24 C
Yogyakarta
Senin, 15 April 2024
BerandaArtikelPerang Gaza: Mati Satu Tumbuh Seribu

Perang Gaza: Mati Satu Tumbuh Seribu

Tak kunjung dingin, konflik masih terus memanas bak air mendidih dalam panci dan mencari titik didihnya. Sobat Kweeknews, 7 Oktober 2023 babak baru konflik ini akan dikenang sebagai peristiwa paling berdarah bagi Palestina dan Israel di abad ke-21. Konflik militer sekaligus politik, dan juga agama.

Agresi Israel ke Palestina, per tanggal 21 Februari 2024 “Jumlah korban tewas akibat agresi Israel sejak 7 Oktober tahun lalu meningkat menjadi 29.313 orang, dan 69.333 orang terluka,” bersumber dari Al Jazeera dan Kementerian Kesehatan Gaza. Lalu di Israel sendiri, korban konflik tersebut informasi terakhir oleh otoritas Israel menurut media Israel pada tanggal 7 Januari 2024 lebih dari 1.200 orang tewas, termasuk warga-warga asing, dan sekitar 5.400 orang terluka, dari perbandingan korban sudah terlihat, jauh perbandingannya. Itulah ‘genosida’ . 

Baru-baru ini pada tanggal 11-12 Januari 2024 di Den Haag, Belanda. Cukup berani, Israel diseret ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) oleh Afrika Selatan yang membela Palestina. Singkatnya sidang pertama pada tanggal 11 Januari, Afsel menggugat Israel soal tuduhan genosida terhadap Palestina di Gaza, salah satu poinnya yaitu Israel melanggar ‘Pasal II Konvensi Genosida’ perwakilan Afsel, Adilla Hassim mengatakan Israel melanggar pasal tersebut dengan melakukan “pembunuhan massal” juga poin lainnya beliau mengatakan Israel mengirim “6.000 bom setiap minggu” terhadap warga Palestina di Gaza. Kemudian, sidang kedua pada tanggal 12 Januari singkatnya Israel melakukan pembelaan, salah satu poinnya adalah “Apa yang Israel cari dengan beroperasi di Gaza bukan untuk menghancurkan masyarakat, tapi untuk melindungi rakyatnya yang diserang dari berbagai sisi, dan melakukannya sesuai dengan hukum, bahkan ketika mereka menghadapi musuh yang tidak berperasaan.” Begitulah sedikitnya isi sidang Mahkamah Internasional, Sobat bisa searching sendiri untuk lebih jelasnya. Penulis yakin, Sobat Kweeksnews sekalian tahu mana yang benar mana yang salah, lihatlah sejarah.

Lalu International Court Of Justice (ICJ) pada 26 Januari akhirnya memerintahkan Israel untuk mencegah tindakan genosida di Jalur Gaza. Tanggung, mereka tidak menyerukan gencatan senjata sehingga pihak Israel terus menyerang bahkan meluas serangannya ke Rafah, tempat jutaan warga Palestina mengungsi. Dengan dalih mencari Hamas, pada kenyataannya orang tak bersalah seperti anak-anak dibunuh dengan seenaknya. Kejam. Sungguh kejam.

Bersyukurlah, di negeri kita saat ini udara juga air masih bersih dan, langit masih biru, sebaliknya di Gaza, bom fosfor putih dijatuhkan Israel ke Gaza, zat kimia tersebut sangat beracun dapat merusak manusia, hewan dan tumbuhan, jika terkena tubuh akan terjadi luka bakar yang menyiksa, dampak lainnya juga pasti berpengaruh ke air, tanah, dan udara. Sangat mencemari, itu juga menjadi salah satu kekejaman Israel, menggunakan senjata terlarang Internasional. Sobat Kweeksnews, bersyukurlah kita masih di negeri yang aman dan nyaman, saudara kita terserang baik mental maupun fisik, saudara kita disana mencium bau darah, melihat keluarganya terbujur kaku dan dingin.

Bak buah di pohon kaktus, terlihat menyakitkan tapi ada kebangkitan disisi lain, itulah analogi yang tepat untuk menggambarkan hal ini. Adalah hikmah genosida, apapun pasti memiliki hikmah. Serangan brutal dari Israel, tak membuat warga Palestina menurunkan iman dan taqwanya. Hal inilah yang membuat seluruh dunia bersimpati, dunia jadi tertarik mempelajari Islam, yang juga sebagai agama mayoritas di Palestina. Genosida yang dilakukan malah membuat dunia bersimpati dan mendorong orang-orang masuk Islam, salah satunya di Spanyol. Dilansir Anadolu Agency, del Pozo mengungkapkan setidaknya masjid di wilayah Andalusia selatan menerima satu sampai dua warga yang mualaf setiap minggunya. Ini juga disebabkan karena warga merasa melihat kebenaran di Palestina. Inilah yang penulis sebut “Mati Satu Tumbuh Seribu” spirit syahid dari saudara kita di Gaza tak akan berhenti begitu saja. Disisi lain di negara Amerika ada aktivis sekaligus tiktoker yang mualaf karena takjub dengan keteguhan Gaza dengan genosida, namanya adalah Megan Rice, di live tiktoknya dia bersyahadat dan memeluk agama Islam, dia juga merasa nyaman dan tenteram saat memakai hijab. Sebetulnya masih banyak lagi orang yang terdorong masuk Islam karena spirit syahid dari Gaza. Ini juga menjadi pengingat kita, sudah sampai mana level Iman kita?

Dari fenomena banyaknya manusia yang masuk Islam karena terinspirasi oleh orang-orang syahid di Palestina, penulis beropini ini adalah salah satu contoh nyata dari surah An-Nashr, yang intinya akan datang pertolongan Allah sehingga manusia berbondong-bondong masuk Islam, oleh karenanya kita harus bertasbih dan bertaubat. Sobat sadar tidak? Kalau isu konflik ini semakin sepi di media sosial, yang padahal mereka masih menyerang saudara kita habis-habisan, jangan jadikan isu konflik ini hanya sebatas trend, jadi teruslah membela Gaza, Sobat Kweeksnews bisa membantu secara tidak langsung, dengan cara berdoa, menyeru kebenaran di sosial media, dan juga memboikot produk Israel beserta produk dari negara yang mendukung perekonomian Israel. 

Oleh: Mouldy Mohammad Zayyedi
Editor: Danu Rahman Wibowo
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

2 Komentar

Komentar telah ditutup.

Ikuti KweeksNews!

104FansSuka
1,063PengikutIkuti
41PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -