24 C
Yogyakarta
Senin, 15 April 2024
BerandaPuisi

Puisi

Teluk Biru

Matamu membiru di kalbu

Rindu

Rindu

Pejuang

Ini cerita tentang seorang pejuangYang iri hati melihat kawan yang telah mencapai kemenanganSedangkan Sang Pejuang masih saja lemah direndahkanSang Pejuang pun bertanya di senyapnya...

Yang Mendidikku

Betapa mulianya engkau iniKetika aku tak tahuKau ajari akuKau semangati akuKetika aku salahEngkau tak marahKetika aku marahEngkau tetap tabah Warisanmu bukanlah hartaAtau nama yang menduniaSiapa...

Suara Rakyat

Surat ini datang dari kami rakyat biasa Yang sedang gelisah dan hampir marah Yang mengharap sebuah harapan Yang meminta keadilan

Asa Kelam

Asa Kelam, sebuah puisi oleh Najla Kurnia Asih. Pemenang lomba #YukMenulis pekan kedua belas yang diselenggarakan oleh Sobat Perpustakaan Mu'allimin.

Bagaskara

Bagaskara, sebuah puisi oleh Emi Sukhrotun Nisa. Pemenang lomba #YukMenulis pekan kesepuluh yang diselenggarakan oleh Sobat Perpustakaan Mu'allimin.

Si Pengangguran

Si Pengangguran, sebuah puisi oleh Siti Khoningah. Pemenang lomba #YukMenulis pekan ketujuh yang diselenggarakan oleh Sobat Perpustakaan Mu'allimin.

Finalisasi Gantungan

Finalisasi Gantungan, sebuah puisi oleh Wisnu Permadi. Pemenang lomba #YukMenulis pekan keempat yang diselenggarakan oleh Sobat Perpustakaan Mu'allimin.

Berteman Ombak

Berteman Ombak, sebuah puisi oleh Dian Fibry. Pemenang lomba #YukMenulis pekan pertama yang diselenggarakan oleh Sobat Perpustakaan Mu'allimin.

Manusia

Ketika matahari tak terbit lagi. Ketika hidup sudah tak berarti. Ketika diri ini mulai tak memahami. Bingung itu hal yang pasti.