Detail Buku
Judul: Bumi Cinta
Pengarang: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika Penerbit
Tahun terbit: 2010
Halaman: 546 halaman
ISBN: 978-602-5734-08-7
Ringkasan
Bumi cinta, novel pembangun jiwa. Novel ini menceritakan tentang perjuangan seorang santri salaf menyelesaikan penelitian sejarahnya di sebuah negara di Asia Tengah, Rusia. Muhammad Ayyas namanya.
Cerita ini berawal ketika Ayyas tiba di bandara Sheremetyevo, Moskwa. Ayyas dijemput oleh teman akrabnya semasa SMP, Devid.
Tujuan Ayyas datang ke Moskwa untuk menyelesaikan penelitian sejarahnya terkait kondisi islam dimasa Stalin dan Lenin. Ayyas berniat bahwa perjalanannya ke Moskwa hanyalah untuk menyelesaikan penelitiannya. Tapi siapa sangka, banyak sekali hal yang terjadi selama Ayyas di Moskwa. Bertemu dengan geng paling menakutkan di Moskwa, difitnah, dan nyaris terbunuh.
Ternyata proses untuk menyelesaikan penelitiannya tidak semudah yang Ayyas kira. Banyak orang yang Ayyas temui, banyak peristiwa yang telah Ayyas alami. Ternyata dari semua peristiwa yang dialami Ayyas, hal yang paling berat bagi Ayyas adalah mempertahankan imannya di tengah-tengah lingkungan yang menuhankan kebebasan. Free sex merajalela, pornografi tersebar bagaikan salju di Moskwa, dan pemahaman kebebasan yang berlandaskan “ketiadaan tuhan”. Jikalau bukan al-quran, sunnah, dan nasihat para ulama pastilah hancur iman Ayyas bagaikan debu di atas batu yang kemudian tersapu bersih oleh air.
Novel ini ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy. Beliau merupakan sastrawan dan cendekiawan Indonesia skala internasional. Habiburrahman adalah sastrawan Asia Tenggara pertama yang mendapatkan penghargaan dari The Istanbul Foundation for Sciences and Culture.
Seperti buku-buku sebelumnya (Ayat-Ayat Cinta 1 dan 2, Ketika Cinta Bertasbih, dan lain-lain), novel ini tidak kalah seru dan tidak menghilangkan karakteristik buku Habiburrahman pada umumnya. Pemilihan kata yang mampu menyihir para pembaca larut dalam setiap kata yang tertulis. Buku ini sangat cocok untuk menemani kegabutan di waktu luang.
Oleh: Mazaya Abdillah Iskandar
Editor: Khalish Zeinadin