25.6 C
Yogyakarta
Rabu, 11 Februari 2026
BerandaArtikelLet Down, Tentang Hidup yang Merasa Tak Pernah Hidup

Let Down, Tentang Hidup yang Merasa Tak Pernah Hidup

Halo Sobat Sinar. Pernah gak sih??, kalian merasa berada di titik terendah kalian?. Merasa kehidupan kalian hanya gitu-gitu aja?. Hidup, namun merasa tak pernah hidup. Yang telah dilakukan sehari-hari terasa hanya berputar tak bermakna. Merasa, hal-hal yang dilakukan tidak sesuai dengan cita-cita, hingga merasa berada di titik terendah kalian. Ekspektasi yang begitu tinggi, terhancurkan oleh realitas yang ada.

Semua rasa itu ditumpahkan melalui lantunan nada dan rangkaian kalimat oleh Radiohead.

Terdiri dari personelnya yaitu Thom Yorke sebagai vokalis (terkadang juga memainkan gitarnya), Johnny Greenwood dan Ed O’Brien sebagai gitaris, Colin Greenwood sebagai bassis, dan Philip Selway sebagai Drummer. Terciptalah sebuah lagu bertajuk “Let Down”. Nada yang lembut mengalun, namun kelembutan itu menggambarkan kepasrahan diri yang melemah dan bentuk emosi ke putus asa-an.

Makna Dalam Let Down, Bentuk Kelembutan yang Mencekam  

Let Down, merupakan lagu dari Radiohead yang dirilis di album OK Computer pada 28 Mei 1997. Dilansir dari laman Spotify Radiohead, Let Down menjadi lagu populer urutan kedua. Diimpit oleh Creep di atasnya dan No Surprises di tapaknya.

Let Down sendiri bermakna tentang kekecewaan, kehampaan, dan frustrasi akibat ekspektasi hidup yang tinggi, terpukul oleh realitas yang tidak sesuai. Merasa terjebak dalam rutinitas monoton dan berulang-ulang di era modern seperti saat ini, serta rasa terasingkan di tengah keramaian, walau ada harapan kecil untuk bangkit dari kefanaan itu.

Inspirasi Terciptanya Let Down

Ada beberapa kisah mengenai lagu ini tercipta. Ada yang bilang, lagu urutan kelima di dalam album OK Computer ini memiliki inspirasi kala Thom Yorke sedang berada di sebuah bar. Kala itu, dia melihat orang-orang yang sedang tertawa bersama-sama, melepas keluh kesah dan resah mereka, namun hanya rasa kehampaan, membuat mereka terjebak melakukan rutinitas yang tiada artinya. Lalu ada juga yang bilang, lagu ini terinspirasi kala Thom Yorke sedang menaiki taksi. Dia melihat orang-orang yang berlalu-lalang, menjalani kesehariannya, yang membuat Thom Yorke berpikir mereka bagaikan hewan yang hidup di dalam ruang kaca.

Namun yang jelas, lagu ini bertujuan untuk menggambarkan kehidupan kita yang memiliki harapan kecil namun terbiasa disakiti. “You know, You know where you are with,” menyatakan kita tahu kita berada di mana, yang mana hal itu yang paling menyakitkan karena kita tidak ke mana-mana. Namun, kita masih menanam harapan, yang digambarkan dengan kalimat “One day, i’m gonna grow wings.” Sebuah harapan kecil, berharap di tengah kekecewaan, kita bisa membentangkan sayap dan terbang bebas.

Nuansa ketika mendengarkan lagu ini bagaikan kita sedang melayang, namun ketika menit telah usai, semuanya hanya menyisakan rasa kecewa dan berharap.

Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

110FansSuka
1,153PengikutIkuti
41PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -