BerandaKabarPelepasan Kader Tingkat VI

Pelepasan Kader Tingkat VI

Pelepasan Kader Tingkat VI

Mu’allimin semenjak awal didirikan memang dimaksudkan untuk menjadi sekolah kader. Kader yang mampu menjadi mubalig, pendidik, dan pemimpin sehingga ketika dilepaskan menjadi anak panah Muhammadiyah akan siap untuk bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, sebelum dilepas di penghujung kelas VI, kader Mu’allimin akan dibekali nasihat dari para guru supaya suatu saat kembali berkiprah di Muhammadiyah sebagai anak panah yang telah tertempa dan tercerahkan, siap dipanggil untuk ditempatkan di mana dan kapan saja.

Acara pelepasan ini dimulai dari jam 07.30 pagi dengan pembukaan yang disertai dengan kalam Ilahi. Kemudian diadakan pemanggilan kader Tingkat VI untuk duduk di kursi masing-masing. Setelahnya, terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya.

Sesi pembukaan pun dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Angkatan, dan Direktur Mu’allimin. Dari Ketua Panitia Mirza Rafi Susanto menekankan pentingnya peran angkatan, perkaderan, dan pelepasan itu sebagai bagian dari santri dan kader Mu’allimin. Dari Ketua Angkatan Widad Wikantiasa menceritakan bahwa awalnya Angkatan 100 itu merupakan individu-individu yang terpisah dan berbeda saat pertama kali datang ke Mu’allimin. Namun, kemudian kami sebagai Angkatan 100 mulai berjuang bersama dalam 1 bahtera (angkatan) melalui berbagai halangan dan rintangan. Pada akhirnya, kami dilepas sebagai kader dan anak panah yang telah tertempa, siap melanjutkan kiprahnya pada jalannya masing-masing. Dari Direktur Mu’allimin, Ustadz Muhammad Lailan Arqam mengatakan bahwa kader Mu’allimin tidak lahir dari kenyamanan, tetapi kader Mu’allimin lahir dari tempaan keringat, darah, dan doa atas nilai-nilai Muhammadiyah.

Acara pelepasan pun usai pada jam 11.00 siang. Santri Tingkat VI dan guru pun saling bermaafan dan guru memberi nasihat pada Santri Tingkat VI. Acara ini pun berakhir menjadi tanda berpamitan dari Santri Tingkat VI kepada seluruh jajaran guru dan santri Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta sebelum mereka mulai menjejakkan kaki di dunia luar sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah di mana dan kapan pun mereka berada.

Penulis: Muhammad Sabilillah
Penyunting: Jawda Zahi Alghani
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

109FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -