Hatiku mungkin menjadi serpih
Ketika kau memanggil lirih
Yang kalutnya menembus nadi
Yang teramat najis mungkin, kataku yang sendu
Lamunan ragu telah menghantui
Tabuhan lagu yang menggendang larik
Lirik yang berantakan pasti termangu
Aku bingung berapa dosa diri, ku tambatkan
Membiru legam pada mata yang,
Membinar polos pada dunia
Klise-klise kehidupan klasik yang ku rekam
Hingga teringat jelas semua siapa yang salah
Aku najis
Iya kah?
Atau aku bengis
Mungkin?
Tanda tanya terbentuk jelas pada
Saraf, hormon dan hasrat
Akan sembilu dendam atau trauma
Yang membuatku terjerat ketat
Penulis: Eprillio Iqbal Rasendria
