Demokrasi, Otokrasi, dan Teokrasi Indonesia
Indonesia. Negeri yang dicintai dengan keberagamannya atas banyak hal, seperti SDA, Suku, Adat, Ras, Agama, dll. Namun, disamping semua hal itu, Indonesia mengalami berbagai masalah yang sama banyaknya sehingga diperlukan tindakan bersama yang tepat dari berbagai elemen masyarakat Indonesia. Tindakan bersama itu terwujud dalam sistem masyarakat dengan berbagai perangkatnya yang dapat kita saksikan warisannya kini. Oleh karena itu, tulisan ini dibuat untuk menyelami kebermaknaan dari sistem sosial masyarakat indonesia yang dapat dirangkum dalam Demokrasi, Otokrasi, dan Teokrasi Indonesia.
Pertama, apa itu Demokrasi, Otokrasi, dan Teokrasi?
3 sistem diatas adalah tentang cara masyarakat bertindak bersama dalam menangani suatu masalah dengan menggunakan kekuasaan yang dilakukan dengan pemikulan bersama (demokrasi), pemusatan pada 1 otoritas (otokrasi), dan penyerahan kepada kuasa Tuhan (Teokrasi).
Kedua, apa hubungan Demokrasi, Otokrasi, dan Teokrasi dengan Indonesia?
Indonesia merupakan negara yang sudah sejak lama masyarakatnya mengenal dan memahami apa arti dari gotong royong, ketaatan pada pemimpin, dan kepercayaan pada takdir Tuhan. Maka, tentunya dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia melakukan sikap yang bersedia berkontribusi bersama, taat pada aturan pemimpin, dan keshalehan pada wahyu Ilahi demi kepentingan bersama dalam mencari keselamatan dan kebahagiaan. Namun, selalu ada masalah dalam kehidupan sehari-hari yang dapat mengancam keselamatan masyarakat Indonesia, seperti kriminalitas, fanatisme, dll. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan ketahanan sistem yang kuat dalam mengantarkan pada keselamatan masyarakat Indonesia yang terdapat dalam demokrasi, otokrasi, dan teokrasi.
ketiga, apa sejarah dan peran dari Demokrasi, Otokrasi, dan Teokrasi bagi Indonesia?
Indonesia berada dalam 1 daerah berlingkup kepulauan yang disebut dengan Nusantara. Nusantara memiliki keberagaman yang tentunya amat rentan untuk dipecah belah dan dieksploitasi oleh pihak luar. Namun, keberagaman itu ternyata menjadi pemersatu yang membawa masyarakat Indonesia kepada toleransi atas perbedaan dan keinginan bersama untuk mencari keselamatan bersama. Lautan telah memisahkan daratan sejak lama, tetapi tanpa disangka menyatukan masyarakat didalamnya dengan kokoh menghadapi berbagai usaha eksploitasi dan pecah belah. Hal ini mengakibatkan pemahaman akan demokrasi, otokrasi, dan teokrasi telah lama hidup dan akan terus berlanjut dalam alam pikir masyarakat Indonesia. Karena Indonesia itu negeri yang dibangun dari kontribusi bersama, dipimpin oleh penguasa yang ditaati, dan diberkahi karunia Ilahi akibat keyakinan masyarakat pada kuasa Ilahi
Kesimpulan
Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang sama seperti manusia pada umumnya. Dia menangis saat jatuh dan tertawa saat bangkit lagi. Negeri ini telah mengalami berbagai gejolak menyuarakan aspirasi dan perubahan yang menggetarkan hati semua orang. Negeri ini tanpa lelah menatap masa lalu dan gegap gempita menyambut masa depan. Semua itu terjadi atas kuasa rakyatnya, pejabatnya, dan campur tangan takdir ilahi demi kehidupan bersama yang lebih baik.
Penulis: Muhammad Sabilillah
Penyunting: Muhammad Zaidan Aulia Bhakti