Sabtu sore adalah waktu dimana santri Mu’allimin biasanya melakukan aktivitas bebas seperti olahraga atau sekedar membaca buku di kamar. Tapi berbeda dengan sore hari di hari Sabtu ini (25/10/2025), santri Mu’allimin khususnya kader tingkat 1, menjalani acara bernama Bimbingan Generasi Mubaligh yang diselenggarakan oleh PR IPM MUALLIMIN. Acara diawali dengan pembukaan serta sambutan dari ketua acara Ipmawan Hibban Ammar, ketua PR IPM MUALLIMIN Ipmawan Baihaqi Purnomo dan perwakilan Madrasah Ustadz Dedik Fatkul Anwar. Hibban, sebagai ketua acara menyampaikan beberapa hal, yaitu pengenalan tentang BGM serta fungsi berdakwah. Setelah itu acara pun dibuka oleh ustad Dedik.
Acara dilanjut dengan fiqih praktis yang diisi oleh Ipmawan Arwi. Ia menjelaskan tentang topik topik dasar dalam beribadah seperti kenapa kita harus shalat, kapan kita wajib shalat, dan juga sebagai “lanang” (Laki-laki dalam bahasa jawa), wajib hukumnya kita shalat, terutama shalat di masjid. Di akhir ia juga memberikan motivasi dan wejangan baru untuk para santri tingkat 1.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan Small Group Discussion atau yang lebih dikenal sebagai SGD. Pada sesi SGD ini, para santri di bagi ke beberapa kelompok kecil untuk membahas acara besok serta menyiapkan alat dakwah mereka untuk besok di praktekan. Sesi SGD diusaikan ketika matahari terlihat sudah tenggelam dan adzan maghrib mulai dikumandangkan. Acara dilanjutkan dengan ISHOMA.
Usai makan malam dan menunaikan sholat maghrib, sekarang waktunya lanjut ke acara yang tak kalah seru, yaitu sesi materi. Materi diisi oleh Kak Zakiyudin dengan tema yang sama dengan tema acara ini, yaitu Bimbingan Generasi Muballigh. Topik utama yang dibawa oleh Kak Zakiyudin pada materi ini adalah dakwah. Beliau membagi dakwah menjadi tiga macam yaitu dakwah, dakwah digital, serta dakwah konvensional.
Beliau juga menjelaskan masing masing pengertian dari macam macam dakwah. Selain itu Kak Zakiyudin juga menekankan dua pendekatan umum dalam berdakwah, yaitu melalui akal atau pikiran sebagai alat untuk mempengaruhi dan juga dalil sebagai penguat. Di akhir, Beliau menyampaikan bahwa cara berdakwah yang efektif adalah dengan cara pendengar harus percaya dengan pendakwah, bagaimanasih kita sebagai pendakwah bisa dipercaya dengan pendengar agar dakwah kita bisa tersampaikan dengan baik. Setelah semua kegiatan selesai peserta pun diperintahkan untuk istirahat buat persiapan acara pada pagi harinya.
Minggu pagi, waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Para santri kelas 1 bersiap untuk melaksanakan praktik dakwah secara langsung di sekitar area Kampus Terpadu Sedayu. Mereka akan melaksanakannya sesuai kelompok mereka masing masing.
Dengan penuh semangat, para santri berdakwah kepada orang orang baik itu orang tua hingga santri-santri lain yang sedang berolahraga dan sarapan pagi di sekitar madrasah, selain berdakwah beberapa mereka diminta oleh kakak fasilitatornya untuk adzan. Meskipun cuaca sempat diguyur hujan, semangat mereka tidak luntur.
Setelah semua rangkaian kegiatan selesai, para peserta kembali ke Masjid Hajah Yuliana untuk mengikuti acara penutupan. Acara penutupan dipimpin oleh Kakak-Kakak IPM dengan suasana hangat dan penuh makna. Melalui kegiatan ini, para santri belajar bahwa dakwah bukan hanya tentang berbicara di depan orang, tetapi juga tentang menebarkan nilai-nilai kebaikan kepada seluruh makhluk ciptaan Allah.
Penulis: Chaizuran Arrasyaqil Ghaisan
Penyunting: Jawda Zahi Alghani