25.6 C
Yogyakarta
Kamis, 26 Februari 2026
BerandaKabarUjian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Melati Tahap III: Meneguhkan Nilai Kependekaran

Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Melati Tahap III: Meneguhkan Nilai Kependekaran

Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Melati Tahap III: Meneguhkan Nilai Kependekaran

Hujan deras mengguyur sejak sore, seolah menjadi saksi bisu berlangsungnya Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Tahap III. Meski cuaca sedang tidak baik, semangat peserta tidak sedikit pun luntur. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kader tingkat IV pada Sabtu (17/01/26) sebagai acara perkaderan wajib yang harus ditempuh di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Peserta mulai duduk rapi berbaris untuk persiapan pembukaan acara. Rangkaian acara dimulai dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ketua acara yakni Lintang, kemudian dilanjutkan dengan staf perkaderan Mu’allimin Ustadz Fikri Wildan, serta perwakilan direksi yaitu Ustadz Dedik Fatkhul Anwar yang sekaligus membuka rangkaian acara Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Tahap III.

Rangkaian ujian pada Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Tahap III kali ini sama dengan Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Tahap III seperti biasanya, dimulai dengan ujian tertulis lalu dilanjutkan dengan ujian ragawi. Yang berbeda dari Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Tahap III dengan Tahap II dan I, untuk Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Tahap III ini peserta tidak diwajibkan mengikuti ujian ragawi tetapi tetap wajib mengikuti ujian tertulis.

Ujian tertulis pun dimulai, peserta diminta untuk merobek selembar kertas dari buku tulis mereka untuk menulis soal serta jawaban. Panitia memberikan sebanyak 10 soal dan terlebih dahulu menanyakan pendapat peserta untuk waktu pengerjaannya. Setelah diskusi singkat, disepakati waktu pengerjaan selama 15 menit. Usai ujian tertulis, peserta diberi waktu istirahat sebelum melaksanakan ISHOMA.

Seusai makan malam dan salat, ujian ragawi pun dimulai. Di saat yang sama, peserta yang tidak mengikuti ujian ragawi akan mengikuti penyampaian materi yang berjudul “Manifestasi Pendekar Berkemajuan” oleh Pak Bowo Saputro.

Dalam materinya, Pak Bowo Saputro mengajak kita memahami dan menemukan titik-titik kecintaan terhadap Tapak Suci, ia juga menegaskan bahwa pendekar bukan hanya mereka yang telah bersabuk hitam, tetapi semua insan yang menekuni bela diri dengan sungguh-sungguh. Ia juga menyampaikan bahwa ada tiga hal yang harus ditekuni sebagai seorang pendekar yaitu seorang pendekar harus selalu rajin dan konsisten dalam berlatih, seorang pendekar tidak boleh menutup diri dari ilmu-ilmu lain di luar Tapak Suci, seorang pendekar juga penting menyeimbangkan ilmu bela diri dengan sikap akhlak dan kehidupan sehari-hari.

Di akhir ia juga sedikit menyinggung salah satu ketentuan tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Tapak Suci yakni anggota Tapak Suci merupakan setiap orang yang beragama Islam dan menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Setelah materi ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta pemberian sertifikat. Tak lama setelahnya, ujian ragawi pun telah selesai dilaksanakan. Raut lega dan tenang tampak sekali terlihat di wajah mereka setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian ragawi.

Panitia pun resmi menutup acara, dan para peserta dipersilakan untuk kembali ke asrama masing-masing.

Penulis: Chaizuran Arrasyaqil Ghaisan
Penyunting: Jawda Zahi Alghani
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

109FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -