SEDAYU – Selepas melepas segala penat dan bersua dengan keluarga di rumah, para santri kader tingkat satu kembali menancap semangat menuntut ilmu dan keterampilan di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan mengingat menurunnya minat membaca dan literasi generasi muda, kali ini Sobat Perpustakaan Mu’allimin (SPM) memberikan gagasan baru dengan memperkenalkan kegiatan pelatihan literasi komik dengan mengusung tema “Dari Pembaca Menuju Penulis Berkarya”. Kegiatan ini dilaksanakan pada malam hari Jumat, 9 Januari 2026 dengan harapan mampu memunculkan bibit-bibit penulis yang berkarya, secara khusus komik, serta menumbuhkan budaya literasi di antara kalangan pelajar termuda di Madrasah Mu’allimin, yang notabene merupakan Generasi Alpha. Kegiatan berlangsung dari jam 20.30 hingga 22.00.
Sambutan diberikan setelah dimulainya kegiatan dengan bismillah dan ayat suci Al-Qur’an. Sambutan pertama diberikan oleh Ahmad Syamil Zakaria selaku Ketua Acara. Ia memperkenalkan kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan literasi kepada kader tingkat satu, khususnya komik. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan pengadaan perdananya, sebab kegiatan ini belum pernah dilakukan pada periode sebelumnya.
Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan madrasah, Ustaz Rafi Feriansyah. Dalam penuturan singkatnya, ia berharap agar kegiatan dapat berjalan lancar dan para peserta dapat antusias serta mengikuti secara maksimal, dengan harapan mereka bisa mengembangkan bakat baru dan berdiaspora dengan bakat mereka masing-masing.
Selesai pemberian sambutan, kegiatan memasuki rangkaian intinya, yakni pemberian materi dan Small Group Discussion.
Pemateri adalah Aprilia Muktirina, seorang alumni sarjana UNY dan merupakan desainer grafis serta ilustrator dan analis cerita anak.
Selama sesi materi, Aprilia menyampaikan isi dengan gaya yang santai dan menarik. Dalam materinya, ia menyebutkan bahwa membaca bukan sekadar membaca, namun adalah cara manusia untuk mengamati kejadian sehari-hari hingga ekspresi manusia lainnya. Dari membaca, seseorang mampu memahami dan mengerti banyak hal, mencerdaskan pikiran, dan membangun karakter berkualitas.
Ia melanjutkan bahwa esensi komik bukanlah kualitas dari gambar dan lukisan, namun bagaimana cerita yang disampaikan bisa memengaruhi dan membawa reaksi pembaca. Cerita yang disampaikan tidaklah flat dan kaku, tetapi penuh dengan hal-hal receh hingga memiliki nilai yang dapat menarik pembaca dalam alur kisahnya.
Menulis cerita dengan baik bukanlah bakat, namun sebuah usaha dengan banyak berlatih dan merupakan keterampilan yang terus berkembang. Semua orang dapat menulis dengan baik jika mau berusaha, demikian tuturnya.
Setelah sesi tanya jawab dan pemberian kenang-kenangan, para peserta dikumpulkan menjadi beberapa kelompok untuk melakukan SGD. Dalam diskusi tersebut, peserta ditanyakan kesan, pesan, dan pelajaran yang diambil dari materi sebelumnya. Lalu, mereka membuat komiknya masing-masing, yang nantinya akan diberi penghargaan bagi karya komik terbaik.
Penulis: Muhammad Syawwal Satriaji S.
Penyunting: Jawda Zahi Alghani