25.6 C
Yogyakarta
Minggu, 27 November 2022
BerandaKabarNapak Tilas Peradaban Islam di Andalusia

Napak Tilas Peradaban Islam di Andalusia

YOGYAKARTA-Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta bekesempatan mengundang seorang tokoh nasional yang merupakan penulis buku dari “99 Cahaya di Langit Eropa”, “Bulan Terbelah di Langit Amerika”, dan yang terbaru “Sangkakala di Langit Andalusia”. Beliau adalah Bapak Rangga Almehendra.

Beliau beresempatan menjadi pemateri dalam acara Bedah Buku “Sangkakala di Langit Andalusia” yang diadakan oleh Sobat Perpus Mu’allimin (SPM) bekerjasama dengan Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan PR IPM Mu’allimin di Aula Kampus Induk. Acara yang pada awalnya direncanakan berlangsung pada siang hari, namun terpaksa diundur menjadi ba’da sholat ashar ini berlangsung dengan lancar.Pak Rangga mengungkapkan bahwasannya beliau sangat senang sekali dapat diundang ke Mu’allimin. Baginya, Muallimin mengingatkannya pada suatu kota di Spanyol, yaitu Cordoba. Kota yang sempat menjadi pusat umat Islam pada masa Andalusia tersebut seperti Mu’allimin. Baginya, dalam kota tersebut terdapat sebuah madrasah yang sebelumnya merupakan sebuah mesqueta (masjid dalam bahasa Spanyol) yang sekarang lebih dikenal sebagai University of Cordoba.

Peradaban Islam di Andalusia dimulai dari berhasilnya seorang Thariq bin Zyad dalam mengalahkan pasukan Raja Roderric di daerah Giblatar. Andalusia menjadi sebuah negara Islam dan menghasilakan banyak sekali ulama’ dan ilmuan muslim. Slaah satunya adalah Azhar Khalim seorang astronom muslim yang berasal dari Andalusia. Beliau mempelajari ilmu astronom berdasarkan Q.S. Yasin:40 yaitu kullu falakin yang memiliki makna semua berputar pada orbitnya.Namun, kurang lebih 700 tahun lalu, Islam mulai redup dan akhirnya tersapu hilang.

Penyebabnya adalah sekitar abad 13 sampai 14 Islam di Andalusia tertindas oleh Raja Ferdinandel dan Ratu Isabella.Mereka menyusun strategi untuk merebut kembali Andalusia ketanggan mereka dengan cara mengadu domba umat Islam supaya saling menyerang satu sama lain. Di sini lah kelemahan umat Islam, sanagat mudah sekali diadudomba. Alhasil, munculah dinasti-dinasti kecil yang saling menyerang. Pak Rangga juga bercerita bahwa terdapat suatu peristwa dimana semua Al-Qur’an dan ilmu-ilmu umum dibakar secara besar-besaran.Mungkin orang-orang berfikir bahwa maksud dari ‘Sangkakala di Langit Andalusia’ adalah kiamat untuk umat Islam di Andalusia. Tapi juga kebangkitan umat Islam.

Mungkin, peradaban baru Islam pasti akan bangkit kembali. Suami dari Hanun Salsabila Rais tersebut yakin bahwa Islam akan berkembang dimulai dari negeri tercinta kita, Indonesia. Pak Rangga berpesan bahwa kita sebagai umat Islam harus bersatu untuk dapat mengembalikan Islam seperti masa di Andalusia.

Oleh:Qori' Johar Muttaqin 
Editor:M.Abimanyu
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentarmu!
Silakan masukkan namamu di sini

Ikuti KweeksNews!

104FansSuka
739PengikutIkuti
41PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -