29.1 C
Yogyakarta
Senin, 15 April 2024
BerandaArtikelBerburu Lailatulqadar

Berburu Lailatulqadar

Lembaga Pers Mu’allimin- Wa maā adrooka mā lailatul-qadr,” merupakan ayat kedua dari surat Al-Qadr yang memiliki arti secara bahasa, “Dan tahukah kamu apakah lailatul-qadar itu?” Tentunya, sebagai bentuk memberitakan bagi yang belum mengetahui dan mengingatkan bagi yang lupa karena itulah sifat manusiawi, yakni manusia yang (pasti) makhluk. Lantas, apakah itu lailatulqadar?

Lailat atau lailah di sini memiliki arti malam. Sedangkan qadr, dilansir dari NU Online dalam buku Membumikan Al-Qur’an karangan Muhammad Quraish Shihab, arti kata qadar memiliki 3 arti.

Pertama, berarti penetapan atau pengaturan. Sehingga, lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Kedua, qadr berarti kemuliaan. Sehingga, malam tersebut memiliki kemuliaan yang tiada bandingannya. Ketiga, qadr berarti sempit. Sehingga, malan itu bumi menjadi sempit karena saking membludaknya malaikat yang turun ke bumi. 

Nah, atas tujuan apa Allah menurunkan lailatulqadar ini? “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan,” firman Allah pada ayat ketiga Al-Qadr. Menurut Gus Baha, lailatulqadar ini diturunkan oleh Allah SWT. karena kegelisahan Nabi SAW. kepada umatnya yang berumur pendek sehingga tidak bisa banyak-banyak beribadah sebagaimana umat-umat terdahulu yang berumur panjang.

Jadi, lailatulqadar ini harus disyukuri dengan cara sungguh-sungguh mencari dan menjalaninya dalam waktu “at-tamisūhā fil-’asyril-awākhiri ya’nī lailatal-qadri,” yang berarti, “carilah lailatulqadar pada 10 hari yang terakhir dari bulan Ramadan” hadits shahih riwayat Imam Muslim. 

Selanjutnya, dalam redaksi hadis manapun dan Al-Qur’an tidak ada yang menerangkan secara gamblang kapan itu lailatulqadar. Sehingga, hikmah yang setidaknya dapat kita petik adalah pentingnya kesungguhan kita mencari lailatulqadar dengan menjalani tiap malam dari 10 hari terakhir Ramadan.

Entah dalam keadaan apapun, mau itu sedang sibuk bekerja atau sempat melakukan itikaf di masjid. Entah dengan amalan yang bervariasi atau sejenis tapi berfrekuensi banyak, tetapi dengan itu kita semua berlomba-lomba mencari malam lailatulqadar untuk mencapai kemuliaan dari Allah SWT. 

Hanya meluangkan waktu yang sedikit untuk malam yang sempit, yang di mana kita bisa dapat ganjaran beribadah sebagaimana ganjaran beribadah umat terdahulu yang panjang umur. Untuk 100 bulan itu kurang lebih sekitar 83 tahun 4 bulan, artinya jika (insyaAllah) kita mendapatkannya dengan membaca “alif lām mīim” saja, sama saja kita membaca “alif lāam mīim” terus-menerus tanpa henti selama 83 tahun 4 bulan sebagai ganjarannya. 

Maka dari itu, marilah kita dalam 10 hari terakhir dari bulan Ramadan ini berlomba-lomba mencari dan betul-betul menggelutinya sehingga kita dapat bertetangga di surga dan ditempatkan di tempat orang-orang terbaik di sisi Allah SWT.

Oleh: M. Elfateeh Nursyams
Editor: Danu Rahman Wibowo
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

104FansSuka
1,063PengikutIkuti
41PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -