24 C
Yogyakarta
Senin, 15 April 2024
BerandaKabarSerba-Serbi Hari Kedua Kemah Prestasi 2024

Serba-Serbi Hari Kedua Kemah Prestasi 2024

Lembaga Pers Mu’allimin, Sleman– Di pagi yang dingin pada hari Ahad (11/2/2024), siapapun yang berada di Jaka Garong merasakan betapa menggigitnya Bumi Perkemahan itu, tempat Kemah Prestasi 2024 dilaksanakan. Peserta dan panitia yang telah melewati makam pertama di sana tak terkecuali yang bangun pada Subuh akan mendapati bagian yang tidak tertutup oleh pakaian hangat menjadi menggigil. Dimulailah hari dengan salat Subuh dalam dingin.

Ketika matahari sudah mulai menampakkan cahaya hangatnya, peserta diajak untuk senam, sedangkan beberapa orang dari mereka memasak makanan untuk santap pagi bagi kelompok masing-masing. Telah disiapkan oleh panitia beberapa agenda untuk hari itu. Mulai dari pelatihan pengetahuan survival yang diisi oleh tim SAR Muhammadiyah atau SarMuh dan ajang lomba sebagai adu ketangkasan dari tiap kelompok.

Dokumentasi: LPM Sinar

Tepat pukul delapan pagi pasca sarapan serta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok mendapat materi berbeda. Materi pertama diberi oleh tim Sarmuh dengan mengajarkan pada para peserta dasar-dasar dari rappeling yang mana diajarkan langsung oleh Kak Setyo Noer Harmoko. Materi kedua berisi panduan dan pengetahuan tentang bagaimana bertahan hidup di alam bebas atau survival skill yang membahas banyak hal mulai dari tanaman liar dan jamur-jamuran yang bisa dikonsumsi dalam keadaan darurat dan masih banyak lagi yang tidak sempat saya ikuti. Menurut Rakanda Fikriura sebagai salah seorang panitia Kemah Prestasi, agenda untuk hari kedua memang cukup banyak tapi tidak ada kegiatan keluar Bumi Perkemahan.

Keseruan hari kedua tidak berhenti begitu saja. Pada sore harinya para peserta dibawa untuk mengikuti berbagai macam perlombaan di dalam “HW Ranger”. Lomba yang dihadirkan oleh panitia bukanlah lomba yang biasa-biasa saja. Melainkan seperti lempar tangkap kantung air dengan sarung, estafet bendera di kolam, dan masih banyak lagi.

Dokumentasi: LPM Sinar

Perlombaan tidak berhenti begitu saja di sore harinya karena masih terdapat pentas drama yang dimainkan dari masing-masing setiap kelas peserta kemah. Setiap kelasnya membawakan drama yang menakjubkan tentang kisah-kisah dari berbagai daerah di Indonesia. Tampaknya hal ini sudah menjadi persyaratan yang diminta oleh panitia. Ada kisah drama dari cerita Sultan Aceh, ada pula dari pedalaman Kalimantan, bahkan hingga pelosok Sulawesi. Salah satu dari tim kelas yang pentas menutup penampilan mereka dengan flare yang menerangi seluruh penjuru lapangan dengan warna merahnya sambil diiringi nyanyian lagu SKM. Pada malam itu ketika penampilan dari berbagai kelas dipentaskan, turut pula hadir masing-masing wali kelas dari kelas satu serta banyak guru-guru lain yang ikut menonton.

Malam harinya hampir keseluruhan orang yang hadir di Bumi Perkemahan tampak kelelahan, berhubung dengan larutnya malam ketika pentas terakhir ditampilkan. Tidak terkhusus peserta, semuanya termasuk panitia dan tamu hadirin menyudahi acara itu di malam penuh bintang dengan langit terang.

Oleh: Rinoya Amanullah dan Qori' Johar
Editor: Mazaya Abdillah Iskandar
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

104FansSuka
1,063PengikutIkuti
41PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -