23.5 C
Yogyakarta
Jumat, 30 September 2022
BerandaKabarCulture Learning Education Talkshow, Sebuah Kolaborasi antara F-Pals dan IPM  Mu’allimin

Culture Learning Education Talkshow, Sebuah Kolaborasi antara F-Pals dan IPM  Mu’allimin

Foreign Pals Community (F-Pals) mengadakan Culture Learning Education (CELO) Talkshow dengan mengangkat tema What’s on Middle East?, pada Kamis (9/06/2022), kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan bidang Bahasa Pimpinan Ranting Mu’allimin (PR IPM Mu’allimin).

Acara ini dihadiri oleh delegasi siswa kelas 2 hingga 5 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta di ruang Multimedia Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Kegiatan ini membahas terkait sosial kultur dan sistem pendidikan yang ada di Timur Tengah dengan menghadirkan pemateri secara virtual melalui Google Meet, yaitu kak Mufti Maulana Alfani dan kak Rif’an Ali Hafidz, keduanya merupakan alumni Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta yang sedang menjalankan studinya di Timur Tengah.

Ketua Panitia Celo Talks Araf Caysar Muqorrobin menuturkan bahwa acara ini bermaksud untuk menanamkan dan memotivasi siswa Mu’allimin untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah, selain itu acara ini juga bermaksud untuk mendorong kemampuan siswa Mu’allimin dalam berinovasi. 

“Keterbatasan bukanlah batas mutlak yang tak bisa dilewati, meski jarak antara peserta dan pemateri sekian ribu kilo jauhnya, tetapi tetap mungkin untuk berinteraksi dengan dapat memanfaatkan potensi yang ada,” tutur Araf.

Kak Mufti memaparkan bagaimana keutamaan-keutamaan dan tantangan dalam menempuh studi di Madinah melalui pemaparan pengalaman pribadi beliau hingga saat ini dalam menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah.

“Harapan saya di kemudian hari anak Mu’allimin meneruskan studi di Madinah khususnya, karena saat ini, alumni Mu’allimin jarang yang melanjutkan studi di Madinah, dan saya juga berpesan agar selalu menyiapkan niat dan ikhtiar dengan matang untuk berangkat ke Madinah,” pesan kak Mufti.

Kak Rif’an menyampaikan materi terkait geografis Timur Tengah dan  kebudayaan yang ada di tempat kak Rif’an melanjutkan studi saat ini, yaitu Sudan. “Belajar itu tak mengenal tempat, melainkan niat saat belajar itu sendiri,” pungkas kak Rif’an. 

Oleh: Araf Caysar
Editor: Yudistira Brigas 
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

105FansSuka
714PengikutIkuti
40PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -