BerandaKabarPembukaan Milad 102 Tahun Sinar Kaum Muhammadiyah

Pembukaan Milad 102 Tahun Sinar Kaum Muhammadiyah

Acara dimulai dengan pembukaan yang sarat makna dan mencerminkan keberagaman budaya. Tiga bahasa daerah, yakni Banjar, Minang, dan Jawa, digunakan secara bergantian oleh kakak kelas IV sebagai pembuka acara. Penggunaan tiga bahasa ini menjadi simbol persatuan dalam perbedaan, sekaligus menunjukkan kekayaan budaya yang ada di lingkungan sekolah. Setelah pembukaan tersebut, suasana acara dibuat lebih khidmat melalui pembacaan Kalam Ilahi yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan secara resmi.

Memasuki agenda berikutnya, Ketua Acara Milad Sinar Kaum Muhammadiyah menyampaikan pidato penyemangat yang berfokus pada jati diri SKM sebagai wadah pembentukan karakter, kebersamaan, dan tanggung jawab. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah menjadi ciri khas Sinar Kaum Muhammadiyah serta peran setiap anggota dalam menjaga nama baik organisasi. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Organtri IPM yang turut menguatkan pesan tentang solidaritas, kerja sama, dan tujuan bersama dalam terselenggaranya acara tersebut.

Direktur Madrasah Mu’allimin, Ustadz Mhd. Lailan Arqam, memberikan sambutan resmi dengan menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai acara ini sebagai bentuk kreativitas serta kerja keras peserta didik dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif dan bermakna. Setelah sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan pembukaan simbolis sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian penampilan yang telah dipersiapkan.

Penampilan drama bertema daerah menjadi salah satu rangkaian acara yang menarik perhatian penonton. Drama tersebut mengangkat keberagaman budaya dari berbagai daerah dan dikemas dengan alur cerita yang mudah dipahami. Para pemain berhasil menampilkan peran mereka dengan baik sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh penonton. Usai penampilan drama, suasana acara semakin hidup dengan kehadiran band yang tampil membawakan beberapa lagu.

Sejak awal acara, cuaca memang sudah menunjukkan tanda-tanda gerimis. Namun, kondisi tersebut masih memungkinkan acara untuk tetap berlangsung. Saat band menyanyikan lagu kedua, hujan deras mulai turun. Ketika lagu ‘Selebrasi’ dinyanyikan, intensitas hujan semakin meningkat sehingga panitia dan peserta terpaksa mencari tempat berteduh. Demi menjaga keamanan dan kelancaran, panitia memutuskan untuk menghentikan acara lebih awal. Meskipun tidak dapat berjalan hingga akhir, acara ini tetap meninggalkan kesan positif berkat konsep yang matang dan pelaksanaan yang berjalan dengan baik.

Secara keseluruhan, acara ini menunjukkan kesiapan panitia dalam menyusun konsep, mengatur alur kegiatan, serta melibatkan berbagai unsur pendukung. Antusiasme peserta dan penonton terlihat sepanjang acara berlangsung walaupun harus berakhir lebih cepat dari rencana. Faktor cuaca menjadi kendala yang tidak dapat dihindari, namun tidak mengurangi nilai dan tujuan utama kegiatan. Acara ini diharapkan menjadi pengalaman berharga, bahan evaluasi, serta motivasi untuk penyelenggaraan kegiatan yang lebih baik di masa mendatang agar semakin tertata, profesional, aman, dan memberikan dampak positif berkelanjutan bagi semua pihak bersama.

Penulis: Al Ghazaly El Barra
Penyunting: Jawda Zahi Alghani
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

109FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -