24.6 C
Yogyakarta
Jumat, 23 Januari 2026
BerandaArtikelUjian Kenaikan TIngkat Tapak Suci Kader Tingkat 4: Tapak Suci Di Mu'allimin

Ujian Kenaikan TIngkat Tapak Suci Kader Tingkat 4: Tapak Suci Di Mu’allimin

Tapak Suci merupakan salah satu cabang seni bela diri yang bernaung di bawah Persyarikatan Muhammadiyah. Seni bela diri ini tidak hanya berfokus pada penguatan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, mental, dan spiritualitas kadernya. Oleh karena itu, banyak sekolah Muhammadiyah memberikan ruang khusus bagi Tapak Suci untuk berkembang, termasuk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Di Madrasah Mu’allimin, Tapak Suci bahkan dimasukkan ke dalam kurikulum wajib bagi seluruh peserta didik. Kebijakan ini didorong oleh kebutuhan akan kader-kader bela diri yang berkualitas, khususnya sejak meningkatnya jumlah kader menjelang tahun 2010-an. Melalui Tapak Suci, Mu’allimin berharap dapat mencetak kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara fisik dan berkarakter kuat.

Sebagai bagian dari proses kaderisasi tersebut, pada Kamis, 7 Mei 2025, diselenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi Kader Tingkat 4 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Terpadu Sedayu dan bertujuan untuk menguji sejauh mana pemahaman serta kemampuan kader setelah mengikuti kegiatan Tapak Suci selama kurang lebih empat tahun.

Acara dimulai pada pukul 16.40 WIB dan dibuka dengan beberapa sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Muhammad Hafidz Arifuddin, dilanjutkan oleh perwakilan Organisasi Tapak Suci Mu’allimin, Muhammad Farras Murtadha. Setelah itu, peserta mengikuti ujian tertulis yang berisi materi Keislaman, Kemuhammadiyahan, Kemua’alliminan, dan Ke-Tapak Suci-an. Materi kemudian disampaikan oleh Ustadz Shalahuddin Zuhri di Masjid Hajah Yuliana.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Shalahuddin Zuhri menyoroti fenomena stagnasi kader Tapak Suci di lingkungan Mu’allimin. Menurutnya, sebagian kader merasa cukup hanya mencapai satu tingkatan, sehingga proses pengkaderan menjadi kurang maksimal. Padahal, Mu’allimin memiliki keunggulan dari segi kuantitas kader dan kualitas keilmuan yang seharusnya dapat menjadi modal besar dalam organisasi Tapak Suci.

Ia menegaskan bahwa untuk menjadi kader yang tangguh, diperlukan kesiapan kapasitas diri, relasi yang luas, serta pengalaman organisasi. Kader juga dianjurkan untuk aktif dalam berbagai organisasi guna mengasah potensi dan mental juang. Semua proses tersebut, menurutnya, harus dilandasi dengan keistiqomahan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kader tidak terjebak dalam zona nyaman dan senantiasa berpegang pada nilai-nilai dasar organisasi.

Penulis : Muhammad Sabilillah
Penyunting : Jawda Zahi Alghani
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

110FansSuka
1,153PengikutIkuti
41PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -