BerandaKabarLiputan Kajian Santri

Liputan Kajian Santri

Jum’at, 24 April 2026

Pada kesempatan ini, Bidang Kajian Dakwah Islam Pimpinan Ranting IPM Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “Kajian Santri”. Acara tersebut dilaksanakan pada Jum’at malam, 24 April 2026, bertempat di Masjid Hajjah Yuliana. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan para kader Tingkat 3 yang menjadi peserta dalam acara tersebut, baik dari segi pemahaman keislaman maupun pembentukan karakter sebagai pelajar Muslim. Pada penyelenggaraan kali ini, Kajian Santri mengangkat tema “Menjadi Pelajar Muslim yang Tumbuh dalam Islam”. Materi disampaikan oleh Ipmawan Kak Alfin Aunillah, yang merupakan anggota Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Acara dimulai setelah pelaksanaan salat Isya, kemudian secara resmi dibuka oleh pembawa acara. Selanjutnya, suasana menjadi lebih khidmat dengan pembacaan kalam Ilahi yang disampaikan oleh Ipmawan Hibban. Setelah rangkaian pembukaan tersebut, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ipmawan Hamzah Raza selaku ketua pelaksana dan Ipmawan Baihaqi Purnomo sebagai Ketua Pimpinan Ranting IPM Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. Usai penyampaian sambutan, kegiatan pun berlanjut ke sesi inti, yaitu pemaparan materi yang disampaikan oleh Ipmawan Kak Alfin Aunillah.

Dalam sesi pemaparan materi, Ipmawan Kak Alfin Aunillah menjelaskan tentang sekularisme dengan bahasa yang mudah dipahami. Ia memulai dengan menjelaskan sejarah sekularisme, yaitu paham yang muncul dari masyarakat Barat yang memisahkan urusan agama dari kehidupan sehari-hari, seperti dalam bidang politik, pendidikan, dan sosial. Selanjutnya, beliau memberikan contoh penerapan sekularisme di zaman sekarang. Misalnya, masih banyak orang yang menganggap agama hanya penting saat ibadah saja, tetapi tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ada juga sistem atau kebiasaan yang tidak lagi menjadikan nilai agama sebagai pedoman utama.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan dampak dan bahaya sekularisme bagi orang yang beragama, khususnya bagi seorang Muslim. Sekularisme dapat membuat seseorang menjadi kurang dekat dengan agama, melemahkan iman, dan tidak menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup. Oleh karena itu, peserta diingatkan untuk tetap menjaga keimanan dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Yang terakhir, Ipmawan Kak Alfin Aunillah juga menjelaskan peran Muhammadiyah dalam mencegah sekularisme. Salah satunya dengan membentuk umat yang wasathiyah, yaitu bersikap seimbang antara urusan dunia dan agama. Selain itu, Muhammadiyah juga rutin mengadakan kajian dan pembinaan untuk menguatkan kader agar memiliki pemahaman Islam yang baik. Di samping itu, melalui berbagai amal usaha seperti sekolah dan lembaga sosial, Muhammadiyah turut menjalankan peran dakwah dengan menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Oktavino Putra Ashita 
Penyunting: Muhammad Zaidan Aulia Bhakti
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

109FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -