25.1 C
Yogyakarta
Minggu, 1 Maret 2026
BerandaKabarResepsi Milad Mu’allimin ke-107: Bergerak dan Berdampak

Resepsi Milad Mu’allimin ke-107: Bergerak dan Berdampak

Bantul, Yogyakarta (7/12/25) — Seluruh civitas akademika Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, mulai dari guru, karyawan, hingga santri, berkumpul di Auditorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk menghadiri Resepsi Milad Mu’allimin ke-107. Kegiatan ini mengangkat tema “Bergerak dan Berdampak” sebagai refleksi perjalanan panjang Mu’allimin dalam dunia pendidikan.

Sambutan diawali oleh Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Mhd. Lailan Arqam, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa usia Mu’allimin yang telah mencapai 107 tahun menjadi bukti kesabaran, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan zaman demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, dari proses panjang tersebut lahirlah kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keluhuran budi. Di tengah era kapitalisme dan derasnya arus informasi digital, dunia maya kerap menghadirkan realitas semu, bahkan hoaks yang tampak seperti fakta. Dalam konteks ini, Mu’allimin diharapkan hadir sebagai benteng akhlak sekaligus mercusuar ilmu pengetahuan di tengah tantangan global, tanpa kehilangan nilai Islam berkemajuan.

Pada Milad ke-107 ini, tema “Bergerak dan Berdampak” dimaknai sebagai ajakan untuk terus bergerak maju menjawab tantangan zaman, tetap beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, serta mewujudkan ikhtiar dalam mencapai cita-cita luhur K.H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Mu’allimin dan Mu’allimat Yogyakarta, Dr. Khoiruddin Bashori. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan intelektual dan karakter dalam menghadapi perubahan. Kegiatan Milad ini dinilai menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis, dialog terbuka, serta pengembangan gagasan yang konstruktif.

Beliau juga menyampaikan bahwa tantangan global menuntut generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, memiliki kepekaan sosial, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan bagi kemajuan peradaban. Mengutip ungkapan, “The only thing that is constant is change,” beliau mengajak seluruh civitas Mu’allimin untuk siap menyongsong perubahan, bahkan sebelum perubahan itu datang.

Dengan kesiapan dan komitmen bersama, Mu’allimin diharapkan senantiasa berada di garis depan sebagai pelopor peradaban yang adaptif, inovatif, dan tetap berpegang teguh pada nilai serta jati diri Islam berkemajuan.

Sebagai penutup sambutan, beliau menyampaikan sebuah puisi reflektif yang menginspirasi seluruh hadirin:

Bunga melati harum semerbak,

tumbuh subur di sisi halaman,

bergerak lurus memberi dampak,

Mu’allimin hadir sebagai suluh peradaban.

Penulis: Tarangga Fawwaz Adhirasaja
Penyunting: Jawda Zahi Alghani
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

109FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -