BerandaKabarBedah Buku “Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita”: Menumbuhkan Semangat Pluralisme...

Bedah Buku “Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita”: Menumbuhkan Semangat Pluralisme di Kalangan Santri

Bedah Buku “Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita”:

Menumbuhkan Semangat Pluralisme di Kalangan Santri

Malam (19/05/2026) di Masjid Hajah Yuliana, Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Sobat Perpustakaan Mu’allimin (SPM) mengadakan acara bedah buku dalam rangka Syafi’i Weeks untuk Kader Tingkat Satu. Acara ini dibuka oleh saudara M. Fadhil Dzakwan selaku moderator dan diisi oleh Ustadz Sarijan S.S., M.Pd. yang hadir sebagai pemateri. Ustadz Sarijan membahas mengenai isi buku berjudul Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita.

Buku setebal kurang lebih 133 halaman ini membahas mengenai politik identitas dan pluralisme dalam berbagai dinamika sudut pandang, diawali dengan tulisan orasi ilmiah Ahmad Syafi’i Ma’arif mengenai politik identitas dan pluralisme, kemudian dilanjutkan dengan tanggapan-tanggapan dari beberapa ahli, seperti Asfinawati, Eric Hiariej, Siti Musdah Mulia, dll. terhadap orasi ilmiah Buya Syafi’i. Buku ini kemudian ditutup dengan komentar Buya Syafi’i Ma’arif terhadap tanggapan-tanggapan dari beberapa ahli sebelumnya. Walaupun buku ini ditulis dengan bahasa ilmiah yang berat, namun Ustadz Sarijan berhasil mengulas isi buku ini dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan santri-santri Kader Tingkat Satu.

Ustadz Sarijan menjelaskan bahwa konsep pluralisme sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara majemuk, memiliki masyarakat yang beragam dalam segala hal, seperti agama, suku bangsa, etnis, dan lain-lain. Pluralisme sendiri adalah paham yang mengakui, menghargai, dan menghormati keberagaman dalam masyarakat. Ustadz Sarijan juga menegaskan bahwa konsep pluralisme itu penting sebagai modal untuk menjaga persatuan dan stabilitas suatu negara. Beliau mencontohkan bahwa ada negara yang sampai sekarang masih tetap bertahan dengan segala keragamannya karena merawat konsep pluralisme, seperti Amerika Serikat, dan ada juga negara yang runtuh karena tidak adanya konsep pluralisme dalam memandang keberagaman yang hidup di negaranya, contohnya Uni Soviet yang memiliki 19 negara bagian menjadi terpecah belah dan runtuh karena tidak adanya pluralisme.

Dalam buku yang beliau ulas tersebut, Buya Syafi’i banyak menyayangkan keberadaan politik identitas yang berpotensi mengancam konsep pluralisme. Politik identitas sendiri ialah politik yang mengunggulkan identitas suatu kelompok. Salah satu contoh politik identitas yang banyak dibahas dalam buku tersebut adalah kemunculan kelompok-kelompok radikal yang mengklaim bahwa hanya kelompoknya yang benar dan menganggap kelompok-kelompok lain itu salah. Kelompok-kelompok radikal ini dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, yang dikhawatirkan nantinya bisa saja berpengaruh terhadap stabilitas nasional.

Sebelum ditutup, Ustadz Sarijan berpesan bahwa konsep pluralisme sangat penting untuk ditegakkan dalam lingkungan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang memiliki santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan munculnya budaya saling menghargai dan menghormati di kalangan keluarga besar Madrasah Mu’allimin, maka dapat diharapkan atmosfer persatuan dan kesatuan yang harmonis pun dapat terbentuk di lingkungan Madrasah Mu’allimin. Acara kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Penulis berharap acara ini dapat menumbuhkan spirit pluralisme Buya Syafi’i dalam merespons keberagaman yang hidup, baik di kalangan warga Madrasah Mu’allimin maupun di lingkungan luar Madrasah Mu’allimin, dengan menghidupkan tradisi saling menghargai, menghormati, dan menerima segala perbedaan yang ada agar tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis dan terbuka.

Penulis: Aza Kahfi Najiy
Penyunting: Jawda Zahi Alghani
Disclaimer: Konten adalah hak cipta dan tanggung jawab masing-masing pembuat, kecuali dinyatakan sebaliknya. Selengkapnya

Ikuti KweeksNews!

108FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -