BerandaKabarBedah Buku Ayat-Ayat Cinta 3 bersama Habiburrahman El Shirazy

Bedah Buku Ayat-Ayat Cinta 3 bersama Habiburrahman El Shirazy

BANTUL—(18/10/2026) Hari ini adalah hari yang spesial sebab kita kedatangan tamu istimewa penulis novel best seller nasional Ayat-Ayat Cinta 3. Siapa lagi kalau bukan Habiburrahman El Shirazy? Beliau menyempatkan diri untuk datang ke madrasah kita tercinta untuk membagikan secuil kisahnya menjadi penulis terkenal di Indonesia.

Beliau mulai berkecimpung dalam dunia kepenulisan sejak terinspirasi dari seorang tokoh bernama Syekh Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi saat berkuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ulama itu menulis ulang cerita rakyat Negeri Kurdistan berjudul Mem Ă» ZĂ®n yang berkisah tentang kisah cinta Mem dan Zin, ditulis oleh penyair sekaligus imam besar Sufi Syekh Ahmad Khani. Syekh Muhammad Sa’id pun mencoba mengarabisasi cerita itu. Kang Abik berpikir, “Jika ulama besar saja boleh menulis novel, maka saya juga boleh melakukannya saat pulang ke Indonesia nanti.”

[random_read_more]

Kang Abik, panggilan akrabnya Habiburrahman El Shirazi, menyadari bahwa sastra tidak bisa dipisahkan dari dakwah. Ia terinspirasi oleh fakta bahwa banyak ulama besar di masa lalu (seperti Imam Syafi’i, Ibnu Hajar Al-Asqalani, dan Buya Hamka) adalah sastrawan (udaba) sebelum mereka dikenal sebagai ulama.

Setelah itu, Kang Abik pulang ke tanah air. Akhirnya, beliau diminta untuk membacakan kitab karya Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, oleh seorang pemuda dari takmir masjid dekat rumahnya. Awalnya ramai pemuda menghadiri kajian itu. Namun, lama kelamaan orang yang hadir makin sedikit. Kang Abik berpikir bagaimana caranya agar para pemuda dapat mengaji kitab tetapi dengan cara yang menarik.

Beliau pergi ke Gramedia dan mendapati banyak pemuda menggemari membaca buku romance. Beliau akhirnya membuka kitab-kitabnya yang dulu dipelajarinya selama berkuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, kemudian mencari sebuah cerita pada buku tersebut dan beliau ubah menjadi sebuah cerpen.

Beliau juga membagikan tips bagi kita yang ingin mulai menulis. Menurut Kang Abik, rahasia konsistensi menulis terletak pada tiga hal: menumbuhkan rasa cinta dengan menulis genre yang paling disukai, menyadari bahwa menulis adalah bentuk amanah ilmu dan jalan dakwah yang tidak boleh ditunda, serta terus bergaul di lingkungan komunitas penulis produktif untuk menjaga motivasi.

Penulis: Yudha Rasyid Aulia
Penyunting: Hisyam Arrosyid
[disclaimer]

Ikuti KweeksNews!

108FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -