BerandaKabarBriefing Bulanan Kader Tingkat 4: Esensi SKM dan Beratnya Tugas Kader

Briefing Bulanan Kader Tingkat 4: Esensi SKM dan Beratnya Tugas Kader

SEDAYU, (2/9/2026)-Seperti biasa, diadakan briefing atau pemaparan bulanan yang diadakan setiap bulannya. Pada kesempatan kali ini, kader tingkat 4 mendapatkan materi yang cukup menarik. Bersama Ust. Sidiq yang merupakan Kepala Urusan Perkaderan dan Alumni, kami berbincang-bincang mengenai esensi dari Sinar Kaum Muhammadiyah (SKM) dan mendengarkan kisah hidupnya beserta beratnya menjadi seorang kader Muhammmadiyah, dan Mu’allimin khususnya.

Ust. Sidiq ibarat pencerita andal ketika menceritakan kisah hidupnya, terutama ketika ia pertama kali menjadi musyrif, lalu berlanjut menjadi guru. Waktu itu, ia masih dapat bertemu dengan almarhum Buya Syafii Ma’arif. Sosok yang memperjuangkan berdirinya Kampus Terpadu Mu’allimin Sedayu di lahan yang dulunya hanya persawahan ini. “Saya itu enggak pernah punya bayangan bakal kembali dan jadi musyrif bahkan guru di Mu’allimin, mas” kata Ust. Sidiq dengan tegas. Beliau juga menekankan kepada seluruh kader tingkat 4 bahwa kader yang sejati itu harus siap diberi tugas dan ditempatkan di mana saja sebahai anak panah Muhammmadiyah.

[random_read_more]

“Waktu itu setiap alumni yang lulus akan ditempatkan di daerah sehingga harapannya dapat mengembangkan Muhammadiyah di daerah tersebut,” sambungnya. Beliau sendiri bercerita, waktu itu beliau sudah diterima di sebuah universitas dengan beasiswa penuh, tetapi tiba-tiba Buya Syafii memintanya untuk berdiaspora ke daerah, sehingga beliau tingggalkan semua yang sudah ia bangun dan memenuhi perintah tersebut seminggu setelahnya. Artinya, beliau hanya ada waktu kurang dari seminggu untuk mempersiapkan diri. Dari sini, kita belajar bahwa kader juga harus siap didadak bilamana ada kepentingan mendesak di luar dugaan kita, yang bisa terjadi kapan pun itu.

Waktu sesi tanya jawab, beliau yang dimintai untuk menyebutkan esensi dari nafasnya SKM yang mana penting untuk kader tingkat 4 yang sebentar lagi akan menyelengggarakan acara Milad SKM ke-102. Beliau pun menunjukkan salah satu dokumen di laptopnya yang berisi Anggaran Dasar dan Angggaran Rumah Tangga (AD/ART) SKM yang merupakan arsip perpustakaan digital UMY, bebas diakses semua orang. Beliau menunjukkkan bahwa esensi dari SKM akan kembali lagi ke maksud dan tujuan didirikannnya organisasi ini, yang tertuang dalam AD/ART-nya, yaitu “Mendidik dan melatih anggota sehingga terwujud [pendidik dan pemimpin yang militan serta berguna bagi masyarakat dan agama.” Tentu ini perlu kita dalami bersama agar tercipta jiwa SKM yang tidak hanya lahiriah semata, tetapi juga dapat hadir dan memberi nilai manfaat bagi masyarakat dan agama Islam.

Penulis: Yudha Rasyid Aulia
Penyunting: Hisyam Arrosyid
[disclaimer]

Ikuti KweeksNews!

109FansSuka
339PengikutIkuti

Kiriman Terbaru

- Iklan -